Bible Debt – Money and Debt in & out of Scripture

March 5, 2010

Run for your lives!

Filed under: Dave Ramsey,Debt,Live Like No-one Else,Proverbs,Sacrifice — Tags: , , — admin @ 5:48 pm

Run, Run!

Like a Gazelle runs from his hunter, you should run from your debt!

Are you on alert? Are you in a full sprint away from your hunter?  I hope you are not laying down allowing the master of your debt to eat you alive.  Get up and run for your lives!

The book of Proverbs says this:

Proverbs 6:4-5 Give no sleep to your eyes, nor slumber to your eyelids, deliver yourself like a gazelle from the hand of the hunter, and like a bird from the hand of the fowler.

If you are familiar with Dave Ramsey, you have probably seen the video of the gazelle in the Serengeti who is chased by the cheetah.  If not, what happens is the gazelle is minding his own business while enjoying an afternoon grassy meal.   Along comes a cheetah, the fastest land animal in the world with a top speed of 70-75 MPH.  The gazelle immediately becomes alert and bolts!  With intensity and agility, the gazelle does everything he can to out run the cheetah.  After a relatively short sprint away from the cheetah, the gazelle runs safely away and is spared from becoming the next meal of the speedy beast.

It is tempting to just allow your debts to hang out with you for years.  Not only are you letting compound interest work against you, it is not allowed to start working for you!  Your heavenly father knows how dangerous this journey can be.  He has instructed us to do everything in our power to deliver ourselves from our earthly masters so we can enjoy the true freedom that comes from living without debt.

If you were not able to graduate debt free, at least live like a college student until you move old SallieMae out of your house.  If you purchased a car on credit some years back, work a second job until it is no longer carrying a payment book.  If you want to pay your credit cards off but can’t seem to get any traction, take a second job or literally eat rice and beans so you can add an extra to your payment and get rid of them.

Get focused and intense for a short period of time and you will get out of debt!  This does not have to be a way of life.  It only requires a short burst of focused intensity.  Once there you will have freedom like you have never experienced.  Once you shake your cheetah free, it is an easy jog through the rest of your life.

Get intense!  Live a life like no-one else now, so you can live a life like no-one else later!  Save your life and RUN!

Here is a video of a very intense gazelle:

It is good to know your direction in life as well, that is a topic for a future post.  ;-)

Are you ready to get intense and clean up some of your debt?  Or are you going to keep grazing around while ignoring the cheetah in the bush?

If you have already started, what have you done to start digging your way out of debt?

23 Comments »

  1. I love the gazelle intensity analogy. It keeps me focused when I want to slack off. The debt cheetah is just waiting to pounce on some poor unsuspecting gazelle caught with their head down!

    Comment by Lakita (PF Journey) — March 7, 2010 @ 10:58 am

  2. It sure does keep you focused when you know you are about to be devoured by years of slavery to debt!

    Comment by admin — March 7, 2010 @ 12:46 pm

  3. I have started and so far it’s going just fine. I have minimized my expenses by choosing a much cheaper (but less fun) living situation. I pay about 4 times the minimum on my student loans per month however.

    Comment by myfinancialobjectives — March 15, 2010 @ 7:10 pm

  4. @myfinancialobjectives – If you can live like a college student for a few years after college, you will be way ahead of the game. Try not to let it drag on for 20 years if you can help it.

    Comment by admin — March 16, 2010 @ 9:03 pm

  5. I read about it some days ago in another blog and the main things that you mention here are very similar

    Comment by DjMasta — April 1, 2010 @ 2:57 am

  6. I read about it some days ago in another blog and the main things that you mention here are very similar

    Comment by Amy — April 23, 2010 @ 12:10 pm

  7. Pretty cool post. Check out my response at Lesbian Porn Video feel free to visit my site as well.

    Comment by Lesbian Porn Videos — August 26, 2010 @ 10:34 pm

  8. Awesome post, very nice. See some hot Gay Black Cock now!

    Comment by Gay Black Cock Galleries — August 27, 2010 @ 8:10 pm

  9. please supply me your rss feed

    Comment by quite good — August 29, 2010 @ 1:18 am

  10. Did you hear Nike’s new motto for Tiger Woods? Just do me.

    Comment by Golf Carts — August 29, 2010 @ 3:23 pm

  11. I wanted to give thanks for this great read!! I added to my bookmarks, cheers

    Comment by Soccer Goals — August 30, 2010 @ 7:12 am

  12. This is a good,Typical sense article.Very Assistful to one who is just Obtaining the resouces about this part.It will Surely Assist

    Comment by Bert Horvers — August 30, 2010 @ 8:06 pm

  13. Halo,

    Sekitar 4-8 taon lalu, saya punya teman menjual barang kongsian kepada seorang penipu.

    Tapi barangnya tidak dibayar.

    Penipu tersebut menggunakan nama Yudi Kurniawan (mungkin bukan nama asli, maaf kalo ada yang namanya sama).
    http://img714.imageshack.us/img714/3682/yudi021.jpg

    Ternyata sudah banyak orang yang menjadi korban. Mereka juga menjual barang dengan kongsian dan tidak dibayar.

    Kerugian teman saya sekitar 35 juta. Teman dari teman saya juga rugi sekitar 30 juta.

    Lalu kita dikirimi cek. Tapi cek itu ada tanggal mundurnya. Sudah gitu ceknya bukan atas nama dia.

    Sesudah itu tilpon tidak dijawab kembali.

    Ada yang memberi info kalo salah satu korbannya mengambil barang yang memang tidak dibayar. Eh, korbannya malah yang ditangkep polisi. Katanya mencuri. Padahal itu kan barang dia. Semua juga udah tau ini orang nipu nggak bakal bayar.

    Saya dapat kabar dari korban lain kalo si Yudi Kurniawan ini ternyata memang sengaja menjual barang jauh dibawah harga pasar lalu emang nggak bayar. Dia nggak rencana bayar karena dia tahu dia tinggal nyogok polisi biar nggak di penajar.

    Jadi modus operandinya kemungkinan besar begini (bisa jadi nggak persis, tapi kira kira):

    1. Bilang kalau barang sudah ada yang mau beli dengan harga lebih tinggi (padahal tidak).
    2. Korban kirim bayar. Yudi baru cari calon pembeli yang mau beli dengan harga murah.
    3. Lalu tentu saja korban tidak dibayar. Uang dipakai untuk bayar pengacara/polisi (atau siapalah) biar nggak dipenjara.

    Lalu teman saya iseng. Kita minta orang lain untuk tilpon Yudi. Siapa tau si Yudi emang lagi bangkrut lalu nggak bisa bayar. Kan kasian kalo diteken terus? Eh malah ditawarin lagi bisnis dengan modus operandi yang sama. Cuman kali ini tentu saja kita udah tau dia bakal nipu.

    Karena curiga ada yang tidak beres, teman saya pun pergi ke Bali untuk menagih hutang.

    Teman saya habis 6 juta lagi buat pergi ke Bali mengusut masalah ini. Kita pake teman kita polisi preman. Di depan polisi preman itu dia ngaku kalo emang dia udah nggak bakal bayar sebelum order. Dia sengaja nggak jawab tilpon karena nggak mau bayar.

    Tau tau si Yudinya malah kabur. Katanya mau minjem duit buat bayar. Begitu teman saya balik ke Jakarta, eh dia udah ada lagi di rumahnya.

    Jadi waktu diadukan ke kantor polisi nggak pernah teman saya dan Yudi di satu ruangan bersama polisi.

    Padahal kalo dia betul nggak nipu dan niat baik, kan dia bisa ngomong baik baik di depan polisi kenyapa dia nggak bayar utang dan itu bukan penipuan. Misalnya ada kecelakaan, dst.

    Akhirnya karena nggak ada teman saya di kantor polisi, si Yudi bisa meyakinkan polisi kalo kasusnya bukan penipuan tapi sekedar utang nggak bisa bayar (perdata). Padahal, kalo orang udah ada yang mau beli barang dengan harga lebih tinggi, bisnis gimana bisa rugi coba, kecuali kalo ada penipuan atau kecelakaan yang tidak diduga sebelumnya.

    Orang yang nulis cek nggak jelas. Katanya dia ditipu juga ama si Yudi.

    Temen saya niat baik tungguin nggak balik balik. Akhirnya kita deal ama polisi. Yang penting ini orang masuk penjara. Barang kita masih sisa ditempatnya Yudi. Ya sono deh barangnya kita bagi dua ama polisi. Tapi polisi bilang kalo ini barang belum bisa disita. Praduga nggak bersalah lah.

    Begitu balik ke Jakarta si Yudinya udah ada lagi. Langsung di ciduk ama Kasad. Begitu sore statusnya jadi wajib lapor. Si Yudi itu bohong ama Kasad. Dia sengaja nggak mau dipertemukan dengan saksi korban di depan polisi. Tapi ngakunya cari duit. Padahal kita udah bilang tegas tidak mau damai kecuali semua dibayar lunas. Semua dibayar lunas pun kita nggak mau damai karena sudah rugi jutaan rupiah buat datang ke bali. Tapi kalo dibayar lunas ya kita nggak ada alasan lagi buat nuntut terus dong. Toh nggak mungkin ini.

    Bahkan ada pengusaha terkenal di Bali rugi 300 juta. Kebetulan pengusaha itu punya koneksi ke polisi yang pangkatnya lebih tinggi lagi. Akhirnya si Yudi di adili dan dipenjara.

    Nah ini yang aneh. Jaksa teman pengusaha yang dirugikan 300 juta itu mau menuntut Yudi dengan pasal kriminal penipuan berpola. Tapi polisi malah bilang “tidak ada korban lain”

    Memang sebagian besar korban menerima sebagian dari uang mereka. Ini merubah status dari perdata ke pidana. Jadi bukannya nggak ada korban lain, tapi technically bukan pidana.

    Tapi teman saya sudah menolak dengan tegas kesepakatan itu. Teman saya tidak mau damai kok. Paling tidak ada 1 kasus penipuan si Yudi ini yang seharusnya tetap pidana.

    Langsung saya bilang ke orang itu kalo korban lain banyak. Teman saya salah satunya. Polisi bilang sudah damai. Padahal BELUM dan TIDAK akan pernah.

    Kita diberi tahu apabila kita mau menerima sebagian kecil saja dari pembayaran, kasusnya berubah jadi perdata. Jadi dia merugikan kita 35 juta, lalu kita ditawarkan terima 8 juta misalnya. Karena dendam kita tidak memilih untuk berdamai sedikitpun. Demi keadilan kita ingin sampah ini dipenjara selama mungkin.

    Akhirnya Yudi dipenjara karena kasus yang 300 juta itu. Kasus kasus lain nggak effek semua.

    Tau nggak berapa bulan? Cuman 1 setengah taon. Padahal dia pasti udah ngabisin duit orang 400 juta sampe 1 miliar.

    Tukang becak ngayuh becak bertaon taon nggak jadi 300 juta. Malah becaknya dirampas ama polisi dijadikan rumpon.

    Cewek jalan malem malem di razia. Joki three in one ditangkepin. Seat belt diurusin. Tapi begitu orang nipu, polisi kok lamban banget ya?

    Kalo ama tukang becak, pornography, wanita pemijat, yang mau sama mau, kok hukum bisa kejem banget? Kok begitu korbannya ada seperti kasus penipuan gini malah susah banget masukin orang kepenjara.

    Coba kalo ada orang ke panti pijat. Apa itu orang mau lapor polisi kalo dia “korban” pemijatan plus plus? Tapi ini kasus penipuan, korbannya sampe terbang kebali kok nggak digubris?

    Tapi ada kabar gembira. Saya barusan tilpon polisi. Polisi bilang kalo kasus temen saya bisa dibuka lagi. Katanya si Yudi akan dipenjara lebih lama kalo kasusnya pisah pisah. Bagus deh. Saya gembira sekali. Kita lihat saja nanti?

    Memang susah disalain kalo polisi nggak mau nangkep maling. Saya punya temen polisi nembakin maling di kepala sampe puluhan. Bukannya dia jadi pahlawan nasional tapi malah dipenjara karena bunuh orang kebanyakan.

    Meskipun teman saya sudah bisa menerima kehilangan uang 35 juta. Toh duit tinggal cari lagi. Kita tetap tidak bisa menerima orang jahat untung 35 juta karena kita.

    Terus terang, saya berharap kalo sisa barang yang teman saya punya itu disita saja oleh polisi dan uangnya buat polisi yang memenjarakan Yudi. Saya lebih mending gitu dari pada uangnya dinikmati oleh orang yang menipu teman saya.

    Pernah suatu waktu saya ke Bali. Saya lihat ada spanduk yang bilang kalo musuh masyarakat yang terbesar itu pelacur, narkoba, dan judi. Saya agak bingung. Soalnya taon sebelumnya Bali di bom. Kok terrorist nggak termasuk “musuh masyarakat” yang terbesar ya? Begitu saya pulang, eh Bali di Bom lagi. Abis mereka bukannya konsentrasi membantai terrorist malah nangkepin orang adu ayam. Daerah lain di Indo malah lebih gawat lagi.

    Kalo negara kita sibuk ngurusin bisnis bisnis yang korbannya nggak ada, ya yang korbannya ada seperti terorist dan penipu gini jadi malah nggak dihukum. Ya tambah banyak deh kejadian.

    Coba, suku bunga di Amerikan sekarang cuman .3% setaon. Kalo aja bangsa kita bisa dipercaya, pasti banyak dari uang tersebut sudah diinvestasikan di negara ini. Semua orang punya modal dagang, semua untung. Investor untung kita untung. Negara maju.

    Tapi suku bunga di Indo tetap saja tinggi. Minjem duit buat modal susah. Kenyapa? Karena resiko penipuan tinggi. Kenyapa tinggi? Karena orang orang seperti Yudi nggak dipenjara. Itu kenyapa negara kita terus saja tertinggal dibanding Malaysia dan Singapore (yang melegalkan judi by the way).

    Comment by penipuanbahaya — August 31, 2010 @ 12:54 am

  14. Nice! I facebooked this

    Comment by Range Finder — August 31, 2010 @ 1:40 am

  15. This is a smart weblog. I mean it. You have so much knowledge about this issue, and so much passion. You also know how to make individuals rally behind it, obviously from the responses. Youve got a style right here thats not too fancy, but makes a statement as large as what you are saying. Excellent job, indeed.

    Comment by Forex Alerts — September 1, 2010 @ 7:33 am

  16. This is all very new to me and this article really opened my eyes.Many thanks for sharing with us your wisdom.

    Comment by Reena Baell — September 1, 2010 @ 9:00 am

  17. Good article, Every and every Stage is good enough.Many thanks for sharing with us your wisdom.

    Comment by Elwood Regener — September 1, 2010 @ 10:59 am

  18. Have you read the Yoga Vasistha?

    Comment by Nelson Sondag — September 1, 2010 @ 1:27 pm

  19. Ok…and your question was…?

    Comment by Eve Thiede — September 1, 2010 @ 2:34 pm

  20. In related news, the PGA voted Tiger Woods Player of the Year .. sources are unsure whether they were actually referring to golf though!

    Comment by Golf Carts — September 2, 2010 @ 12:03 am

  21. This is all very new to me and this Write-up really opened my eyes.Many thanks for sharing with us your wisdom.

    Comment by Jo Conditt — September 2, 2010 @ 4:34 am

  22. Well written. I will definitely share this post with my friends. Thanks for the article.

    Comment by Soccer Gear — September 2, 2010 @ 7:44 am

  23. “First of all "best friend" can be a one way thing. You can be her best friend but she doesn’t deserve the title of you best friend. You have options here, you could distance yourself which might hurt her or be the bigger person and show her how to be a good friend. Do call her out on the lying when you catch it because she has some big issues with lying to people. My advice is be nice to her but don’t trust her to much or let all her drama get to you, just give her the second chance that she really doesn’t deserve because It will probably be better for both of you that way.”

    Comment by Buy celebrex online — September 3, 2010 @ 4:58 am

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment

©2010 BibleDebt